Selasa, 02 Oktober 2018

Pretzel Stick Unik Berbalut Semut


Pretzel Stick Unik Berbalut Semut




Ada hal 'ajaib' di acara Wisconsin State Fair, Amerika Serikat. Salah satu stan makanannya menyajikan prezel stick berbalut semut!

Pretzel merupakan roti asal Jerman yang terbuat dari tepung terigu, gula, dan yest. Camilan ini dibuat dengan cara dipanggang. Teksturnya liat dan keras dengan rasa gurih asin.

Umumnya roti berbentuk mirip angka 8 menyilang ini diberi taburan garam kasar serta disajikan dengan fondue keju. Tapi saat ini, sudah banyak kreasi pretzel dengan bentuk dan saus pendamping yang beragam. Salah satunya pretzel stick.  Tour Murah

Rupanya Ellenbecker sudah membuka All Things Jerky sejak tahun 2011 di wilayah Grand Chute. Hingga kini, gerai 'ajaib' miliknya sudah berhasil menjual sebanyak 1.8 Kg semut. Angka tersebut sangatlah banyak karena bentuk serta berat semut sangatlah ringan.

Tak hanya pretzel stick berbalut semut, gerai ini juga menyediakan beragam menu unik lainnya. Mulai dari burger berdaging buaya hingga olahan daging unta, rusa, kangguru, babi hutan hingga antelop.
Pretzel stick punya bentuk yang sama dengan churros, hanya saja memiliki permukaan yang halus. Meski masih diberi taburan garam kasar, pretzel stick punya varian rasa yang beragam. Mulai dari karamel, cokelat hingga kacang.

Berbeda dengan pretzel stick pada umumnya, kreasi pretzel stick milik All Things Jerky terbilang cukup ekstrim. Bahkan kreasinya jadi sorotan pengunjung Wisconsin State Fair dan netizen. 

Pretzel sticknya dibalut dengan lelehan marshmallow dan diberi taburan semut mati. Ada dua jenis semut yang dipakai All Things Jerky, semut hitam dan semut Queen Weaver .Weaver ant sendiri masuk dalam keluarga formicidae yang hidup di pohon. 

Berdasarkan keterangan sang pemilik, Ellenbecker, semut hitam punya rasa yang asam, sedangkan Queen Weaver punya rasa yang asin.

Kopi Nikmat Sulawesi Tengah,Termasuk dari Donggala



Kopi Nikmat Sulawesi Tengah,Termasuk dari Donggala



Kopi nikmat dari Sulawesi bukan hanya dari tanah Toraja saja. Di Sulawesi Tengah misalnya, ada belasan kabupaten penghasil kopi nikmat termasuk Donggala.

Provinsi Sulawesi Tengah terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota. Dari ke-13 daerah otonomi ini hanya kota Palu saja yang tidak memiliki tanaman kopi. Artinya Sulawesi Tengah termasuk penghasil kopi yang produktif.  Tour Murah

Daerah penghasil kopi paling produktif ada di Poso namun luas areal perkebunan kopi yang paling luas adanya di Sigi. Sementara Donggala tidak memiliki areal yang sangat luas namun kopi yang dihasilkan juga terbilang cukup banyak. 

Kabupaten Donggala punya kopi lokal yang dikenal dengan sebutan Kopi Sojol. Kopi ini ditanam di areal pegunungan berketinggian 3.226 mdpl. Areal ini cocok ditanami kopi jenis arabika yang biasanya memang tumbuh di dataran tinggi bersuh sejuk. Namun secara keseluruhan, Sulteng merupakan penghasil kopi jenis robusta. 

Mengutip Buku Pintar Kopi yang ditulis Edy Panggabean pada 2011 lalu, tercatat penghasil kopi terbesar di Sulteng adalah Kecamatan Bungku Utara di Kabupaten pemekaran di Morowali Utara. Data tahun 2006 ini mencatat kawasan ini menghasilkan 18,13 ton kopi dalam sekali masa panen. 

Di Sulteng, Kabupaten Sigi dan Poso adalah daerah yang memiliki sejarah perkopian paling panjang. Kebun-kebun kopi di daerah ini sudah ditanam sejak era kolonialisme Belanda. Lambat laun, penyebaran tanaman kopi semakin luas hingga ke kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Kulawi, Pipikoro, Palolo dan kawasan lembah sekitar daerah Poso. 

Di Pipikoro ada kopi bernama kopi Toratima. Kopi unik ini merupakan hasil fermentasi alami dari kelawar, tikus dan tupai. Bedanya dengan kopi luwak, kopi toratima tidak difermentasi dalam sistem pencernaan hewan. 

Buah kopi matang, kemudian dimakan dan bijinya langsung dimuntahkan. Biji inilah yang kemudian diolah dengan cara disangrai dan ditumbuk secara tradisional.